<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958</id><updated>2011-07-08T07:42:58.490+07:00</updated><category term='Sketsa Alam'/><category term='Sketsa Ekonomi Politik'/><category term='Sketsa Sosial Budaya'/><category term='Sketsa Hati'/><category term='Sketsa Imajinasi'/><title type='text'>Sketsa Imajiner</title><subtitle type='html'>goresan pemikiran yang belum sempurna</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>18</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-1087441461165981298</id><published>2011-05-31T09:14:00.007+07:00</published><updated>2011-05-31T09:35:16.644+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Imajinasi'/><title type='text'>Membangitkan Imajinasi Mengembangkan Kreasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-uVlNECSn56Q/TeRPsPZXPSI/AAAAAAAAAQs/p-QJIUE7V9Y/s1600/angkot.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-uVlNECSn56Q/TeRPsPZXPSI/AAAAAAAAAQs/p-QJIUE7V9Y/s200/angkot.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612698657076231458" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="color: rgb(51, 153, 153); font-weight: bold; font-style: italic; text-align: justify; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span lang="SV" style="font-size: 11pt; "&gt;“Imagination is more important than knowledge. For knowledge is limited to all we now know and understand, while imagination embraces the entire world, and all there ever will be to know and understand.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; display: inline !important; "&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0); font-style: normal; font-weight: normal; " &gt;Albert Einstein&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Teringat beberapa tahun yang lalu ketika blog ini mulai ditulis. Beragam ide imajiner dan  parodi ingin dituangkan dalam tulisan &lt;/span&gt;yang lebih terstruktur sebagai bahan renungan diri dan sarana pembelajaran serta proses kreatif  untuk memunculkan perpektif-perspektif baru dari suatu peristiwa. Namun demikian, pencarian dan pendalaman ide baru tidak mudah dilakukan. Selain kesibukan, ide yang muncul sering dianggap kurang layak (aah... alasan penulis saja untuk menutupi kemalasannya). Seperti halnya istilah CLBK yang nge-trend di kalangan anak muda (cie... cie...), rasanya keinginan dan gairah menulis kembali mekar setelah beberapa halaman membaca buku yang berjudul ”Whack” karya Roger Von Oech. Dalam buku itu disebutkan bahwa terdapat dua fase dalam pembentukan ide-ide baru, yaitu fase ”imajinatif” dan fase ”praktis”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam fase imajinatif,  kita membangkitkan dan bermain dengan ide serta memanipulasi masalah. Pertanyaan yang diajukan seperti: Bagaimana seandainya? Bisakah kita meminjam metafora? Semboyan fase imajinatif adalah ”memikirkan hal yang berbeda”. Sementara dalam fase praktis, kita mengevaluasi ide, mempersempit ruang guna memperoleh solusi praktis, melakukan analisis berisiko, dan melaksanakan ide. Kita mengajukan pertanyaan seperti: Apakah ide ini ada gunanya? Apakah pemilihan waktunya sudah tepat? Siapa yang bisa membantu dan apa konsekuensinya bila sasaran tidak tercapai? Semboyan fase pratis adalah ”melakukan sesuatu”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Kedua fase memainkan peranan penting dalam proses kreatif sebagaimana dianalogikan dengan proses ahli tembikar ketika sedang membuat sebuah pot bunga. Tanah liat akan jauh lebih mudah dibentuk dan diolah bila mempunyai kelenturan (manipulasi beragam bentuk). Setelah selesai dibentuk, pot bunga baru memiliki nilai praktis bila sudah dipanaskan di tempat pembakaran (eksekusi alternatif pilihan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Dalam tulisan ini, saya ingin mengulas bagaimana cara melahirkan ide baru sebagaimana dikemukakan oleh Von Oech yaitu berfikir lunak (imajinatif). Untuk berpikir imajinatif, kita bisa menggunakan suatu metafora yaitu dengan menghubungkan sesuatu hal dengan hal lainnya dengan mencari kesamaan/padanannya. Sebagai contoh, ”kereta tanpa kuda” merupakan julukan kendaraan bermotor yang pertama kali diciptakan; ”kuda besi” sebagai sebutan lokomotif pertama; meja memiliki ”kaki”; dan kota memiliki ”jantung”. Metafora efektif untuk membuat ide-ide yang rumit menjadi lebih mudah dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Metafora juga berguna untuk membantu kita memperoleh pandangan berbeda tentang suatu masalah. Sebagai contoh, pada abad ke-17, William Henry tidak melihat jantung sebagai otot atau organ tubuh, melainkan sebagai ”pompa”. Hal ini membawanya pada penemuan tentang peredaran darah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Makna Hidup&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Untuk memancing dan melatih kreativitas, marilah kita ikut berlatih membuat metafora dengan pertanyaan ”apa makna kehidupan bagi Anda?”. Sebagai contoh, dalam bukunya, Von Oech menampilkan jawaban-jawaban metafora peserta seminarnya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-H83TvjWGuSo/TeRRExw4GqI/AAAAAAAAARI/L7EpfK8oq5c/s200/banana.jpg" style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 170px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612700178130148002" /&gt;Hidup ini bagaikan pisang. Anda mengawalinya dengan warna hijau dengan bertambahnya usia Anda berubah menjadi lembek dan mulai meracau. Ada orang yang ingin menjadi salah satu dari sisir pisang dan ada pula yang ingin menjadi pisang yang paling pinggir. Akhirnya, Anda harus mengupas kulitnya agar mencapai daging buahnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-rcx9xAuAup8/TeRRRoPw6sI/AAAAAAAAARQ/7e7Hmwem71k/s200/puzzle.jpg" style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 180px;" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612700398913645250" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hidup bagaikan memasak makanan. Semua tergantung pada apa yang Anda bubuhka dan cara Anda mencampurnya. Adakalanya Anda mengikuti resepnya dan terkadap Anda perlu menjadi kreatif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Hidup bagaikan potongan puzzle, tetapi Anda tidak punya gambar di tutup kotaknya untuk tahu akan berbentuk apa gambar itu nantinya. Terkadang Anda bahkan tidak yakin apakah Anda sudah memiliki semua kepingnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Bagi saya, hidup itu bagaikan naik angkutan kota (angkot). Kita harus menentukan tujuan terlebih dahulu, sebelum memilih jenis dan jurusan angkot mana yang akan dipilih. Salah memilih angkot berakibat tidak sampai tujuan atau sampai terlambat karena harus banyak berganti angkot. Terkadang angkot yang kita naiki penuh sesak karena semuanya memiliki tujuan yang sama, terkadang sepi penumpang karena kita mengambil jalan (tujuan) berbeda dengan kebanyakan orang. Meskipun sudah merencanakan dengan seksama (tujuan dan pilihan), namun ditengah jalan masih ada hambatan berupa kemacetan, kecelakaan, galian pipa dan kabel sehingga perjalanan tidak mudah dan banyak lika-likunya. Namun, terdapat pula kemurahan hati penumpang lain yang menawarkan tempat duduk, memberitahu kapan untuk turun (tempat yang dituju) yang mengibaratkan bahwa banyak teman baik yang dikenal atau tidak dikenal menawarkan bantuan di tengah perjalanan hidup kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;b&gt;Menurut Anda Seperti Apakah Kehidupan Itu?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-1087441461165981298?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/1087441461165981298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=1087441461165981298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/1087441461165981298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/1087441461165981298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2011/05/membangitkan-imajinasi_31.html' title='Membangitkan Imajinasi Mengembangkan Kreasi'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-uVlNECSn56Q/TeRPsPZXPSI/AAAAAAAAAQs/p-QJIUE7V9Y/s72-c/angkot.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-2312542888737831736</id><published>2009-11-08T22:09:00.004+07:00</published><updated>2011-05-31T09:22:06.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><title type='text'>Keinginan adalah Sumber Penderitaan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-eDrJwZALpyE/TeRQihrZ26I/AAAAAAAAARA/o7N-0DuMY2c/s1600/motivatingimage.gif" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 197px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-eDrJwZALpyE/TeRQihrZ26I/AAAAAAAAARA/o7N-0DuMY2c/s200/motivatingimage.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612699589696674722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 102, 102); font-style: italic; "&gt;”Tujuan bukan utama, yang utama adalah prosesnya ...... Ingin bahagia derita didapat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102); font-style: italic;"&gt;karena ingin sumber derita.” (Iwan Fals: Seperti Matahari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Suatu sore, ketika diri masih terbuai mimpi, seorang teman menelpon menanyakan mengapa blog ini tidak “dirawat” lagi. Suatu pertanyaan yang sepertinya tidak bosan-bosannya ia tanyakan, atau mungkin pembaca yang lain juga merindukan tulisanku (he he he, sok punya penggemar). Ternyata, menulis bukan suatu hal yang mudah. Meski banyak peristiwa, gasasan, opini dan rasa yang tertinggal di hati, namun tetap saja tak mudah untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika dulu ku mulai blog ini, saya berharap akan kecanduan untuk terus menulis. Ibarat bermain games komputer, kalau belum game over atau mencapai level tertinggi, rasanya belum mau/bisa berhenti. Ternyata eh ternyata, semua tak sesuai rencana. Godaan demi godaan selalu saja muncul yang membuat blog ini tersisih dalam duniaku. Salah satunya, Facebook (FB) mengalihkan dunia tulisku. Pokok gagasan, ide, pendapat, dan perasaan lebih mudah ditulis dalam kalimat pendek (update status FB) daripada dikembangkan dalam bentuk tulisan panjang yang penuh deskripsi, narasi, maupun argumentasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Persoalan utama terbengkalainya blog ini kemungkinan adalah lemahnya “iman” penulis sendiri. Keinginan/mood untuk menulis tidak stabil dan selalu naik-turun seperti gelombang laut. Ada kalanya perasaan menggebu-gebu untuk menulis (Aku menulis, maka aku ada). Ada kalanya juga tidak berkeinginan sama sekali untuk menulis (sudah terlalu letih dengan rutinitas, menulisnya nanti saja kalau sudah mendapat wangsit/ilham). Antusiasme untuk menulis terkadang juga dipengaruhi oleh jumlah komentar/tanggapan terhadap tulisan maupun jumlah pengunjung blog. Harap dimaklumi, penulis adalah manusia biasa. Niat menulis sebagai penyaluran gagasan dan informasi nyatanya tidak selalu lurus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Atau mungkin benar juga kata seorang teman bahwa menulis akan lebih baik (paling tidak, gagasan dapat dituangkan dalam bentuk tulisan) ketika seorang penulis berada pada kondisi tidak nyaman. Tengoklah nama besar seperti Pramodya Anantatoer (alm.) dan Arswendo Atmowiloto yang produktif menulis dibalik jeruji besi. Mungkin tak usah jauh-jauh mencari contoh, seperti halnya kita yang somehow bisa menyelesaikan skripsi/tesis ketika masa kuliah segera berakhir. Dalam pernyataan teman tersebut, terkandung makna ganda. Pertama, prasangka baik kepada penulis bahwa sekarang kondisinya semakin baik/nyaman (Alhamdulillah). Kedua, kenyamanan tersebut yang membuat penulis terlena untuk berhenti berkarya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semua alasan di atas rasanya hanyalah upaya pembenaran mengapa penulis sudah jarang lagi menulis dan merawat blog ini. Tetapi sungguh, keinginan untuk tetap menulis itu selalu ada dan terkadang menimbulkan penderitaan berganda bila tidak terwujud. Meminjam kata-kata Iwan Fals: keinginan adalah sumber penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semoga tulisan ini menjadi pengingat dan dorongan untuk menulis kembali. Jayalah selalu blogger Indonesia dan tetaplah berkarya :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PS: Terima kasih kepada seorang teman yang masih meluangkan waktu untuk mengingatkanku yang pemalas ini untuk terus menulis dan melanjutkan blog yang lama terhenti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-2312542888737831736?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/2312542888737831736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=2312542888737831736' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/2312542888737831736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/2312542888737831736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2009/11/keinginan-adalah-sumber-penderitaan_08.html' title='Keinginan adalah Sumber Penderitaan'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eDrJwZALpyE/TeRQihrZ26I/AAAAAAAAARA/o7N-0DuMY2c/s72-c/motivatingimage.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-4283238151647555017</id><published>2009-05-22T08:30:00.004+07:00</published><updated>2009-05-22T08:42:14.808+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><title type='text'>Fabiayyialaa irobbikumaa tukadzibaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/ShYC4Y5xRhI/AAAAAAAAAPo/_yA40FzyVMs/s1600-h/sad_man.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/ShYC4Y5xRhI/AAAAAAAAAPo/_yA40FzyVMs/s200/sad_man.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5338457576074987026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, sungguh mulia Engkau. Kau-lah yang menanamkan semua kesadaran itu. Kami lahir tak bisa melihat, Kau buat melihat. Kami lahir tuli, Kau buat mendengar. Kami lahir tak bergerak, Kau buat melangkah. Kami lahir tak mengerti, Kau tanamkan pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Engkau ya Allah, yang telah menciptakan perasaan. Maha Besar Engkau ya Allah, yang telah menciptakan ada dan tiada. Hidup ini adalah penghambaan. Tarian penghambaan yang sempurna. Tak ada pemilik dan milik selain Engkau. Tak punya dan mempunyai selain Engkau. Tetapi mengapa Kau harus menciptakan perasaan? Mengapa Engkau harus memasukkan bongkah yang disebut ”perasaan” itu kepada makhluk ciptaan-Mu? Perasaan kehilangan.... Perasaan memiliki.... Perasaan mencintai....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kami tak melihat, Kau berikan mata; kami tak mendengar, Kau berikan telinga; kami tak bergerak, Kau berikan kaki; Kau berikan berpuluh-puluh nikmat lainnya. Jelas sekali, itu semua berguna! Tetapi mengapa Kau harus menciptakan bongkah itu? Mengapa Kau letakkan bongkah perasaan yang seringkali menjadi pengkhianat sejati dalam tubuh kami. Mengapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tiga paragraf di atas saya kutip dari beberapa catatan kaki dalam novel karya Tere-liye berjudul ”Hafalan Shalat Delisa.” Suatu penggambaran kenyataan bahwa seringkali manusia lupa akan nikmat rasa (bahagia, aman, tentram, damai, dsb) yang dianugerahkan oleh Tuhan. Manusia terjebak pada sesuatu nikmat yang kasat mata, seperti: mata, tangan, kaki, dsb. Namun tak mudah untuk mensyukuri nikmat yang tidak dapat dilihat maupun disentuh. Otak manusia lebih mudah berlogika dengan berbagai anugrah yang terlihat, tetapi tidak mampu berhitung dengan cermat akan anugrah yang tak terlihat. Jikapun kita mampu mensyukuri rasa bahagia, tetapi rasa itu seringkali berasal dari manipulasi pikiran kita sendiri atas suatu pencapaian visible and tangible yang seolah-olah hasil usaha kita sendiri. Bahwa Tuhan menciptakan perasaan (hati) yang membuat kita bahagia terkadang tak mampu kita sadari sepenuhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mungkin karena kenikmatan duniawi ini telah membuat manusia khilaf sehingga mata batinnya buta. Seringkali kita berjam-jam lamanya bertelfon dengan kekasih hati dengan ”khidmat” seraya tersenyum seakan ia melihat kita. Namun sedetikpun kita seringkali tak mampu menghadirkan keagungan Sang Pencipta dalam sujud kita. Ironi memang, perasaan yang diciptakan Tuhan, justru tak mampu mendeteksi kehadiran penciptanya. Perasaan itu sendiri baru kita sadari keberadaannya ketika ada musibah yang sedang menimpa. Suatu rasa sedih yang digunakan manusia untuk ”menggugat” Tuhannya akan penderitaannya. Namun manusia kembali lupa ketika Tuhan menolongnya dari segala kesusahan dan menghadirkan bahagia. Perasaan, adalah salah satu nikmat Tuhan yang seringkali manusia dustakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-4283238151647555017?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/4283238151647555017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=4283238151647555017' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/4283238151647555017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/4283238151647555017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2009/05/fabiayyialaa-irobbikumaa-tukadzibaan.html' title='Fabiayyialaa irobbikumaa tukadzibaan'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/ShYC4Y5xRhI/AAAAAAAAAPo/_yA40FzyVMs/s72-c/sad_man.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-6067177074459237681</id><published>2009-04-17T08:29:00.001+07:00</published><updated>2009-04-17T08:45:24.566+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Ekonomi Politik'/><title type='text'>Pemilu yang Memilukan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SeffEoCRnAI/AAAAAAAAAPY/G3wDqvlNHAc/s1600-h/presiden_indonesia.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325470354948332546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 144px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SeffEoCRnAI/AAAAAAAAAPY/G3wDqvlNHAc/s200/presiden_indonesia.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#339999;"&gt;&lt;em&gt;"Tak selamanya, mendung itu kelabu"&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terus terang, saya tidak antusias dengan pemilu legislatif pada 9 April 2009 lalu. Dengan adanya penguatan peran DPR semenjak reformasi, orang-orang yang duduk di lembaga legislatif cenderung menjadi gila hormat. Merasa sok kuasa hingga memanggil orang (pejabat pemerintah) semaunya. Merasa sok pinter hingga direktur suatu BUMN dianggap anak TK. Merasa sok penting hingga semua fasilitas kerja diminta dan minta naik gaji pula. Telah banyak terungkap bahwa anggota dewan yang terhormat justru menjadi tukang tipu, tukang koruptor, tukang selingkuh, dan tukang tidur. Rasanya ada yang salah dengan sistem (ataukah personel???) di legislatif; orang yang diberi amanat justru berkhianat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa fakta buruk anggota parlemen sedikit banyaknya telah menyurutkan keinginan untuk berpartisipasi dalam pemilu legislatif. Namun, untuk pemilihan presiden sangat sayang untuk dilewatkan. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden merupakan icon suatu negara; sebut saja Barack Obama, Ahmad Dinejad, Kim Yong-ill, Soekarno. Nama presiden dapat menunjukkan suatu ketegasan sikap kepemimpinan, kebijakan ekonomi politik, kondisi sosial-ekonomi masyarakat, atau periode zaman tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan pemilu kemarin nyaris membuatku kehilangan hak suara. Betapa tidak, nama saya tidak tercantum dalam DPT. Sudah dimasukkan sebagai pemilih susulan untuk perbaikan DPT, namun kepastian tercantum dalam DPT tidak jelas. Pada waktu itu, rasanya sedih seperti tidak dianggap sebagai warga negara, padahal saya rajin bayar pajak (pajak restoran, pajak hiburan, pajak hotel, pajak kendaraan bermotor). Mungkin begitulah nasibnya jadi anak rantau; tidak lagi dianggap penduduk meski ber-KTP. Seakan ada skenario untuk memperbesar jumlah golput secara sistemis dan terencana. Selain itu, ada joke bahwa pemilu dibentuk dari kata dasar pilu (pe + pilu = pemilu), seperti asal kata pemukul (pe + pukul). Jadi kalau tidak ada kisah pilu, itu namanya bukan pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kabar baik tercantumnya nama dalam DPT datang beberapa hari menjelang pemilu. Untungnya jarak Jakarta-Jogja tidak terlalu jauh, sehingga bisa pulang kampung meski tak direncanakan sebelumnya dan harus berdesak-desakan duduk di lorong kereta. Hitung-hitung sauna murah meriah skaligus baik untuk menjaga tetap langsing dan bugar. Setibanya di tujuan, saya langsung menuju TPS meski dengan wajah yang masih kuyu, badan pegal-pegal, dan belum mandi. ”Demi Ibu Pertiwi,” kataku berbohong. Sewaktu melihat DPT yang tertempel di TPS, saya sungguh terkejut. Nama dan tanggal lahir benar, tapi umur salah (10 tahun lebih tua), jenis kelamin salah (padahal masih pria tulen, belum pernah operasi sesar), status pernikahan salah (belum pernah mencatatkan diri di KUA). ”Uh..... KPU kerjaannya ngapin aj ya, padahal anggarannya besar?” gerutuku saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan pemilu 2009 memang lebih buruk dari pemilu sebelumnya. Tapi tak apalah, yang penting masih bisa milih, terutama untuk pilihan Presiden Indonesia mendatang. Masih banyak orang-orang yang kehilangan hak pilihnya sistem pemilu sekarang dan tak kalah banyak jumlahnya orang yang tidak memenuhi syarat menjadi pemilih justru terdaftar dalam DPT. Semoga ada pendataan ulang/pemutakhiran untuk DPT pada pemilu presiden mendatang. Sekalian di data siapa yang ingin golput sehingga kertas suara tidak mubazir. Penghematan ongkos cetak bisa digunakan untuk insentif anggota KPPS di daerah-daerah terpencil. . . . . Semoga Indonesia lekas sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-6067177074459237681?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/6067177074459237681/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=6067177074459237681' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6067177074459237681'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6067177074459237681'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2009/04/pemilu-yang-memilukan.html' title='Pemilu yang Memilukan'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SeffEoCRnAI/AAAAAAAAAPY/G3wDqvlNHAc/s72-c/presiden_indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-6739045473204199473</id><published>2009-03-11T10:31:00.003+07:00</published><updated>2009-03-11T10:48:47.173+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Sosial Budaya'/><title type='text'>Pahami Aku, Niscaya Ku Tak Lagi Terasa Asing Bagimu!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/Sbc0ajq95HI/AAAAAAAAAPA/KzuQ9mfzF7E/s1600-h/Together.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311771916363490418" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 168px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/Sbc0ajq95HI/AAAAAAAAAPA/KzuQ9mfzF7E/s200/Together.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;”Kaum pria termotivasi dan bersemangat kala mereka merasa dibutuhkan. Kaum wanita jadi termotivasi dan bersemangat kala mereka merasa dicintai.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masih belajar dari Dr. Gray melalui bukunya yang berjudul ”Men are from Mars, Women are from Venus.” Kali ini saya ingin mencuplik bagian-bagian yang menurut saya menarik untuk dipaparkan terkait perbedaan antara pria dan wanita dari sisi psikologis. Semoga dengan memahami perbedaan tersebut, pria dan wanita tak lagi terasa seperti makhluk asing yang susah dipahami. Setidaknya, “alien” pun makhluk Tuhan yang mesti kita yakini adanya, tanpa harus ditakuti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Salah satu perbedaan paling besar antara pria dan wanita adalah cara mereka menghadapi stres/masalah. Bila mengalami masalah, pria aka menarik diri ke gua pikirannya dan memusatkan perhatiannya untuk memecahkan persoalan tersebut. Biasanya akan memilih persoalan yang paling berat atau paling sulit. Pada saat demikian, pria jadi semakin menjauh, pelupa, dan tidak tanggap terhadap lingkungan sekitar. Dengan semakin memusatkan perhatian dan menarik diri, pria akan merasa semakin lebih baik dengan memecahkan persoalan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bila sedang mengalami ketegangan jiwa, secara naluri wanita merasa perlu membicarakan perasaan-perasaannya dan segala masalah yang mungkin berkaitan dengan perasaan-perasaan itu. Saat mulai berbicara, ia tidak mengurutkan masalah mana pun. Ia tidak langsung memecahkan kesulitannya melainkan mencari kelegaan dengan mengungkapkan dirinya dan ingin dimengerti. Seperti halnya pria merasa puas karena menguraikan detil-detil rumit untuk memecahkan sebuah persoalan, wanita merasa puas karena membicarakan detil-detil kesulitannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahasa Mars dan bahasa Venus mempunyai kata-kata yang sama tetapi cara penggunaannya memberikan makna yang berbeda. Untuk dapat mengungkapkan perasaan secara utuh, wanita mengunakan berbagai macam superlatif, metafor, dan generalisasi. Namun, kaum pria secara keliru menangkap ungkapan ini menurut arti harfiahnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keluhan nomor satu kaum wanita dalam hubungan-hubungan adalah: ”Saya merasa tidak didengarkan.” Terjemahan harfiah pria menuntunnya untuk mengabaikan dan membantah perasaan-perasaan wanita karena dianggap sebagai informasi faktual. Padahal, terjemahan yang tepat adalah: ”Saya merasa kamu tidak sepenuhnya memahami maksud saya dan tidak peduli perasaan saya. Maukah kauperlihatkan pada saya bahwa kamu menaruh minat pada apa yang saya katakan?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Arti diri pria ditentukan oleh kemampuanya mencapai hasil-hasil (sukses dan prestasi). Menawarkan nasihat yang tidak diminta kepada pria berarti menganggap ia tak tahu apa yang harus dilakukan atau bahwa ia tidak dapat melakukannya sendiri. Penduduk Mars jarang membicarakan masalah-masalahnya kecuali jika ia membutuhkan nasihat ahli. Membicarakan suatu masalah di Mars berarti meminta nasihat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Makna diri wanita ditentukan melalui perasanaan dan mutu hubungan mereka (berbagi dan bersosialisasi). Makna hubungan lebih penting daripada pekerjaan dan teknologi. Komunikasi merupakan kebutuhan utama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-6739045473204199473?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/6739045473204199473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=6739045473204199473' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6739045473204199473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6739045473204199473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2009/03/pahami-aku-niscaya-ku-tak-lagi-terasa.html' title='Pahami Aku, Niscaya Ku Tak Lagi Terasa Asing Bagimu!'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/Sbc0ajq95HI/AAAAAAAAAPA/KzuQ9mfzF7E/s72-c/Together.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-8699120220229319778</id><published>2009-02-14T14:15:00.006+07:00</published><updated>2009-02-14T15:06:42.133+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Sosial Budaya'/><title type='text'>Pria dan Wanita sama-sama Alien</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SZZv-dKaNlI/AAAAAAAAAOg/w-0Jyys_zYM/s1600-h/alien_couple_gift_box.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SZZv-dKaNlI/AAAAAAAAAOg/w-0Jyys_zYM/s400/alien_couple_gift_box.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302548730046199378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic;"&gt;”ngunduh tresno salah mongso, pungkasane dadi perkoro”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Dr. Gray dalam bukunya berjudul ”Men are from Mars, Women are from Venus” dikisahkan bahwa pria dan wanita penghuni bumi ini berasal dari planet yang berbeda. Pria berasal dari planet Mars sedangkan wanita berasal dari Planet Venus. Pada mulanya, penduduk Mars jatuh cinta pada penduduk Venus setelah mengamati melalui teropongnya dan memutuskan melakukan penerbangan ke Venus. Gayung pun bersambut, kedatangan penduduk Mars disambut penduduk Venus dengan hangat dan tangan terbuka. Kedua penduduk planet merasakan suatu keajaiban cinta, saling berbagi rasa, saling menghargai perbedaan, dan hidup damai dalam keselarasan hingga bertahun-tahun lamanya. Sampai suatu ketika, mereka memutuskan untuk terbang ke bumi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada awalnya segala sesuatunya indah dan menyenangkan. Namun pengaruh atmosfer bumi mulai merasuk, dan pada suatu pagi setiap orang terbangun dan mengalami suatu amnesia yang aneh (amnesia selektif). Orang Mars maupun Venus telah lupa bahwa mereka berasal dari planet yang berbeda dan memang seharusnya berbeda. Segala sesuatu yang mereka ketahui tentang perbedaan antar mereka pun terhapus dari memori dan kesadaran, sehingga pria dan wanita terus-menerus bertengkar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ilustrasi Dr. Gray tersebut setidaknya mampu memberikan penjelasan kepada kita mengapa hubungan antara pria dan wanita selalu fluktuatif dan sering tidak harmonis, entah hubungan secara umum atau hubungan spesial. Wanita tiba-tiba marah dan sedih karena merasa tidak diperhatikan, kaum pria juga secara mengejutkan menarik diri dari pergaulan dan cenderung diam, dan kesalahpahaman terus terulang yang melahirkan pertengkaran-pertengkaran berseri (kalau disinetronkan bisa menjadi beratus-ratus judul dan beribu-ribu episode). Bahkan untuk yang telah berpasangan, ketidakharmonisan hubungan menimbulkan intrik-intrik percintaan tingkat atas, seperti perselingkuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jatuh cinta memang ajaib dan terasa selalu abadi. Dengan mudah kita menganggap cinta itu ibarat nyala api Mrapen yang tak pernah kunjung padam serta tak pula pernah lapuk termakan usia. Ketika keajaiban itu raib, masing-masing pihak menjadi penuntut, pembenci, mudah menghakimi, dan tidak sabaran. Pria mengharapkan wanita berfikir dan bertindak seperti pria, sebaliknya wanita menghendaki pria merasa dan berperilaku sebagaimana wanita. Niat baik dan penuh kasih, sayangnya tidak mampu mencegah mati rasa cinta (interrelationship deadlock, ill feel, BT, dsb).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Untuk memperoleh hubungan yang harmonis, Dr Gray menyarankan agar kita memahami perbedaan-perbedaan antara pria dan wanita yang diimbangi dengan rasa saling menghargai dan memahami. Apa saja perbedaan-perbedaan tersebut? Harap sabar untuk menunggu posting selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;**####**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lakukan apa yang saya minta! Pertama, bayangkanlah kalau pria dan wanita yang Anda kenal merupakan alien, makhluk asing, dengan penampakan yang sebenar-benar alien (bukan wujud manusia). Kalau susah berimajinasi bentuk alien seperti apa, recall ingatan Anda pada tayangan-tayangan mistis televisi kita. Kalau sudah, kini wujud aneh makhluk alam lain telah Anda lihat bertebaran di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dapatkah Anda mencintai atau setidaknya memiliki rasa sayang kepada ”makhluk” di depan kita, meskipun dalam wujud manusianya yang kita lihat tersebut adalah kekasih kita? Mampukah Anda melihat dengan hati, bukan hanya dengan mata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    a. Jika Anda sanggup mencintai kekasih Anda dalam wujud yang sebenar-benarnya (alien), berarti cinta Anda sangat amat tulus dan sejati.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  b. Jika Anda tidak sanggup melakukannya (red. sayang), berarti persepsi/arti cinta Anda masih sebatas fisik. Keindahan fisik memang bumbu penyedap mata, tapi tidak akan indah selamanya. Mudanya memang kencang dan mulus, tapi tua tetap saja keriput, dan mati pun jadi bangkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Bila Anda tetap tidak bisa merasakan dan membayangkan bagaimana mencintai makhluk luar angkasa yang super aneh, sudah semestinya kita bersyukur kepada Allah SWT yang menciptakan manusia dengan bentuk yang paling sempurna di antara makhluk-makhluk lainnya&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-8699120220229319778?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/8699120220229319778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=8699120220229319778' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/8699120220229319778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/8699120220229319778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2009/02/pria-dan-wanita-sama-sama-alien_4040.html' title='Pria dan Wanita sama-sama Alien'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SZZv-dKaNlI/AAAAAAAAAOg/w-0Jyys_zYM/s72-c/alien_couple_gift_box.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-3133235671305964364</id><published>2009-02-11T12:48:00.007+07:00</published><updated>2009-02-12T14:40:33.488+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><title type='text'>Terima Kasih atas Pengkhianatanmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SZJm-DaGXYI/AAAAAAAAAOQ/weunZYug1J0/s1600-h/heart.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 148px; height: 136px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SZJm-DaGXYI/AAAAAAAAAOQ/weunZYug1J0/s400/heart.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301412927621193090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 102, 102);"&gt;”Hatimu tak sebening bola matamu, kelakuanmu tak semanis bibir mungilmu, dan kebohonganmu tersembunyi dalam rambut kritingmu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, terutama remaja, bulan Februari identik dengan nuansa romantisme di mana salah satu hari dari bulan tersebut terdapat peringat “hari cinta sedunia”. Sebagian yang lain, menganggap setiap hari adalah spesial dan berusaha untuk senantiasa diwujudkan dalam suatu keindahan meski melalui wujud yang sederhana. Namun ada pula yang beranggapan tidak ada lagi cinta yang tulus di dunia ini, semua serba bersyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam tulisan ini, ku tak ingin mengungkit pertentangan pendapat tentang peringatan dan perayaan ”hari cinta sedunia”. Melalui dominasi nuansa cinta yang terkandung dalam bulan ini, ku hanya ingin mengaksentuasikan peristiwa yang dialami seorang teman beberapa waktu lalu dalam sebuah surat cinta. Betapa baiknya temanku itu, meskipun cintanya dikhianati, ia tidak marah, mengeluarkan kata-kata kasar, ataupun melakukan kekerasan fisik (red. menampar) kepada kekasihnya. Kalau andaikata seandainya dan bilamana aku menjadi dirimu teman, akan kutulis sepucuk surat cinta berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Kepadamu sang terkasih yang pernah singgah di kedalaman hatiku,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Terima kasih cintaku, kau telah memberi rasa yg takkan kulupa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Rasa bahagia yg tlah kau ganti menjadi nestapa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Rasa rindu yg tlah kau ganti menjadi pilu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Rasa cinta yang tlah kau ganti menjadi duka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Beruntunglah dirimu tlah khianati kesetianku sebelum kau menjadi istriku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Karena istri yang mengkhianati suaminya, nerakalah tempatnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Tuhan takkan mengizinkan seorang istri yang durhaka untuk menikmati indahnya surga, meski sekedar mencium baunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Boleh jadi kamu sekarang tertawa riang bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Namun, bahagia di atas penderitaan orang lain adalah pekerjaan mafia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Bahagia seperti itu takkan bertahan lama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Tinggal menunggu waktu datangnya karma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Merengkuh indahnya cinta memang seperti menuai mawar di kebun sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Indahnya mekar bunga, telah melenakan diri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 0, 153);"&gt;Meskipun ku rawat sendiri, tak ada jaminan bebas luka tertusuk duri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;Ilustrasi Peristiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sebutlah namanya Budi yang mencintai sepenuh hati gadis pujaan hatinya Wati. Kurang lebih 10 bulan lamanya hubungan cinta keduanya berjalan baik-baik saja. Bahkan keluarga masing-masing pihak menyambut hangat hubungan cinta mereka. Alkisah, demi membahagiakan Wati, Budi berjuang keras untuk melanjutkan kuliah ekstensi (kuliah sabtu-minggu) agar mendapt gelar S1 sambil tetap bekerja di bank swasta nasional di Jakarta. Beberapa waktu berselang, Wati juga melanjutkan kuliah S2 di Semarang meskipun harus meninggalkan kekasihnya dan keluarganya di Jakarta. Hubungan jarak jauh seakan tidak meredupkan gelora cinta mereka, hingga suatu waktu di penghujung tahun baru 2008. Tanpa di duga, ternyata di perantauan Wati selingkuh dengan mantan kekasihnya dulu (cinta pertama) yang kebetulan tinggal sekota. Entah sudah berapa lama hubungan gelap tersebut telah terjalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sesuatu hal terjadi sedemikian sehingga semua kedok penyelewengan tersebut telah terbongkar. Harusnya, ketika Budi dan Wati bersama-sama menikmati pesta pergantian tahun yang bermandikan cahaya kembang api, namun yang ada justru hujan air mata. Meskipun cintanya dikhianati, Budi memberikan waktu dua hari untuk berfikir apakah Wati tetap mencintai Budi atau memilih Tono (cinta pertama Wati). Ternyata, Wati memilih Tono karena mungkin dianggap sebagai pengobat kerinduan di tanah perantaun dan sekaligus memori cinta pertama yang masih kuat melekat. Walaupun telah diputus dengan tidak berperasaan, Budi mengantarkan Wati terakhir kalinya ke stasiun KA menuju Semarang untuk melanjutkan studi S2 sekaligus bersua dengan kekasih “baru”nya (Kisah ini berdasarkan cerita nyata, namun tidak diungkap seluruhnya. Untuk menghormati privasi, nama pelaku disamarkan).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-3133235671305964364?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/3133235671305964364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=3133235671305964364' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/3133235671305964364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/3133235671305964364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2009/02/khianat.html' title='Terima Kasih atas Pengkhianatanmu'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SZJm-DaGXYI/AAAAAAAAAOQ/weunZYug1J0/s72-c/heart.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-6537705378974655047</id><published>2009-01-19T09:15:00.002+07:00</published><updated>2009-01-19T09:22:00.257+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><title type='text'>Power of The Dream</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SXPjX4NXbUI/AAAAAAAAAOA/AGoR1mlQlsw/s1600-h/dream.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 296px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SXPjX4NXbUI/AAAAAAAAAOA/AGoR1mlQlsw/s320/dream.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292823986455407938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;"The power of the dream, the faith in things unseen"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2008 baru saja lewat, kini kita mulai menapaki tahun 2009. Ada baiknya kita sejenak merenungkan kembali tentang tujuan hidup atau keinginan yang ingin kita capai (impian). Bisa jadi apa yang telah kita raih selama tahun kemarin adalah sia-sia karena tidak semakin mendekati impian. Orang bijak berkata, ”Seseorang yang memiliki tujuan jelas akan meraih kemajuan, walaupun melalui jalan yang sulit. Sebaliknya, orang yang tidak punya tujuan tidak akan maju meskipun jalannya mulus.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merancang tujuan membuat kita memiliki arahan untuk menjalani hidup dengan baik. Sekalipun jalan yang kita lalui berat, proses perjalanan tak sulit untuk dilewati. Memiliki tujuan membuat kita memiliki motivasi. Impian dapat melahirkan keyakinan untuk mewujudkan hal-hal yang belum kita lihat.Kekuatan impan pula yang bisa membuat oprang melakukan sesuatu yang begitu spektakuler melintasi batasan/kendala fisik dan kodisi obyektif. Impian akan memberi dorongan efergi, semangat atau roh inspiratif untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat dipraktikkan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidaklah terlalu penting di mana kita berada dahulu atau di mana kita berada sekarang, yang terpenting adalah ke amana tujuan kita saat ini. Pertanyaan saya: Apakah tujuan hidup Anda? Jangan-jangan Anda tidak punya tujuan hidup. Silakan merenungi pertanyaan saya, sembari menikmati lagu “Power of the Dream” yang dinyanyikan oleh Celine Dion.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;Power Of The Dream&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Celine Dion&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Deep within each heart &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;There lies a magic spark &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;That lights the fire of our imagination &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;And since the dawn of man &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;The strenght of just "I can" &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Has brought together people of all nations &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;There’s nothing ordinary &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;In the living of each day &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;There’s a special part &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Every one of us will play &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Feel the flame forever burn &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Teaching lessons we must learn &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;To bring us closer to the power of the dream &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;As the world gives us its best &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;To stand apart from all the rest &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;It is the power of the dream that brings us here &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Your mind will take you far &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;The rest is just pure heart &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;You’ll find your fate is all your own creation &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Every boy and girl &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;As they come into this world &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;They bring the gift of hope and inspiration &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Feel the flame forever burn &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Teaching lessons we must learn &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;To bring us closer to the power of the dream &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;The world unites in hope and peace &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;We pray that it will always be &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;It is the power of the dream that brings us here &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;There’s so much strength in all of us &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Every woman child and man &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;It’s the moment that you think you can’t &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;You’ll discover that you can &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;The power of the dream &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;The faith in things unseen &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;The courage to embrace your fear &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;No matter where you are &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;To reach for your own star &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;To realize the power of the dream&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-6537705378974655047?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/6537705378974655047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=6537705378974655047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6537705378974655047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6537705378974655047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2009/01/power-of-dream.html' title='Power of The Dream'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SXPjX4NXbUI/AAAAAAAAAOA/AGoR1mlQlsw/s72-c/dream.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-4561278917933906799</id><published>2008-12-28T16:03:00.004+07:00</published><updated>2008-12-31T13:40:07.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Alam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Sosial Budaya'/><title type='text'>A Journey to Aceh: Snapshot Picture</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdB4NTdhmI/AAAAAAAAANA/1_bVvET4WJg/s1600-h/DSC07403.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdB4NTdhmI/AAAAAAAAANA/1_bVvET4WJg/s200/DSC07403.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284765121642333794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 153); font-style: italic;"&gt;“masa lalu adalah sejarah, masa sekarang adalah kenyataan, masa depan adalah harapan dan impian”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Gambar di samping saya ambil di Kab Kuta Raja, Banda Aceh. Rumah adat Aceh seperti itu jarang ditemui di ibu kota Banda Aceh atau kota lain yang tersapu Tsunami. Telah banyak rumah-rumah beton dengan arsitektur modern minimalis. Khusus di pinggir-pinggir jalan besar/utama, kini telah menjamur ruko-ruko (rumah toko) mewah. Setelah rekonstruksi, tak terlihat kalau lima tahun yang lalu, Banda Aceh terkena Tsunami yang cukup parah. Bangunan-bangunan telah berdiri kokoh dan megah, jalan-jalan mulus, aktivitas perdagangan dan keseharian kembli normal serta tak lagi telihat puing-puing berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdCz3g8eaI/AAAAAAAAANI/qBnKyIQYb3s/s1600-h/DSC07423.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdCz3g8eaI/AAAAAAAAANI/qBnKyIQYb3s/s200/DSC07423.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284766146585459106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan lokasi di sekitar Kapal Apung PLN yang terdampar jauh ke daratan, kini menjadi taman peringatan tsunami yang telah tertata indah dan asri. Di salah satu sudut taman ini, terpampang foto-foto Aceh ketika dilanda Tsunami. Kabarnya, kapal tersebut tidak ditempatkan kembali seperti s&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;emula&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; karena biaya untuk metarik/ memindahkannya ke laut sa&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ma dengan harga kapal itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdFMF2lmOI/AAAAAAAAANY/qWYRrPumHBA/s1600-h/bentor.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 154px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdFMF2lmOI/AAAAAAAAANY/qWYRrPumHBA/s200/bentor.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284768761774446818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdHG4EbvxI/AAAAAAAAANg/H9Yi56a4f4o/s1600-h/prapatan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 198px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdHG4EbvxI/AAAAAAAAANg/H9Yi56a4f4o/s200/prapatan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284770871198334738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Angkuta&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;n umum yg khas di Aceh adalah becak bermotor (bentor). Sepeda motor roda dua dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat memuat penumpang dimana bangu penumpang diberi atap.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdEMIYwTLI/AAAAAAAAANQ/J4cn-qUKOIo/s1600-h/DSC07466.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdEMIYwTLI/AAAAAAAAANQ/J4cn-qUKOIo/s200/DSC07466.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284767662942997682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suksesnya pembangunan Aceh pasca tsunami tak terlepas dari peran Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) yg pada bulan April 2009 nanti akan selesai beroperasi. Kata seorang staf BRR, dah&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ulu markas BRR seperti pasar malam yg banyak dikunjungi masyarakat terkait bantuan pembanguan rumah c&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;uma-cuma. Kini seiring masa operasi BRR yg hampir habis, kondisinya sangat sepi dan kantinnya hanya tersisa satu warung ansi saja. Markas BRR terletak di lingkungan kantor Dinas PU Provinsi dimana bangunannya merupakan sumbangan dari negara China.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Night Live&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdJb3ExhHI/AAAAAAAAAN4/OmuRkFXkSFw/s1600-h/DSC07443.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdJb3ExhHI/AAAAAAAAAN4/OmuRkFXkSFw/s200/DSC07443.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284773430731834482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dahulu bayangan saya, suasana malam di Aceh begitu wingit (sakral), lengang dan sepi, diberlakukan jam malam, susah keluar malam, anak-anak belajar ngaji di rumah, … pokoknya mirip kota santri mengingat Aceh menerapkan Perda Syariah. Namun tampaknya semua dugaanku ga ada yg sesuai, suasana kehidupan malam di Aceh tak jauh dari suasana di kota-kota besar di Indonesia lainnya. Aceh  buk&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;anlah kota mati, aktivitas perdagangan (restoran, toko kelontong, kios elektonik, pasar, dsb) masih aktif dan semakin bergairah meskipun hari telah larut. Lebih lagi di warung kopi, tempat pemuda-pemudi atau orang dewasa lainnya pada kumpul-kumpul. Istilah populer bagi mereka adalah “ngupi-ngupi”, mengkin karena kopi sebagai teman ngobrol yg utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdIANcEcPI/AAAAAAAAANo/tiInRD5L18Y/s1600-h/woman.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 140px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdIANcEcPI/AAAAAAAAANo/tiInRD5L18Y/s200/woman.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284771856187158770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semakin malam, aroma “kebebasan” mulai terasa menyengat. Bukan hanya remaja-remaja putra, tetapi remaja-remaja putri juga ngupi-ngupi hingga larut malam. Seakan menyiratkaan itulah makna ’emansipasi wanita’ dan persamaan hak. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan tak sedikit para wanita menghisap rokok. &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdIqvJTE6I/AAAAAAAAANw/77P-Sz0Es6U/s1600-h/SPG.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 144px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdIqvJTE6I/AAAAAAAAANw/77P-Sz0Es6U/s200/SPG.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5284772586789737378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan yang semakin membuat miris, SPG rokok juga wanita-wanita cantik berbalut jilbab. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bener-bener ga masuk di akal saya. Bagaimana bisa daerah yg &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;menerapkan Perda Syariah, namun pengaturannya masih se&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;batas atribut belum sampai ke tingkat perilaku. Kalau di Jakarta mungkin hal tersebut wajar adanya karena heterogenitas budaya yg lebih condong ke barat-baratan (liberal dan hedonis). Inikah pengaruh donor-donor negara asing yang dengan dalih membantu rekonstruksi Aceh pasca bencana Tsunami, tetapi menyusupkan ni&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;lai-nilai barat yang dekonstruktif bagi budaya ketimuran?  Atau segala kejanggalan di hatiku ini disebabkan pradigma ”konvensional” yang melekat padaku dan bisa jadi berbeda dengan pandangan para pembaca semua? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tetapi satu hal yg mesti diperhatikan adalah bahwa cuplikan-cuplikan peristiwa yang kusampaikan dalam artikel ini belum cukup untuk menggambarkan Aceh yang seutuhnya. Ini hanyalah potret sesaat dari kameraku yg bisa jadi berbeda dengan wajah Aceh beberapa tahun yg lalu atau yg akan datang, dan akan berbeda jika diambil dari sudut yang lain meskipun dalam waktu yg sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-4561278917933906799?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/4561278917933906799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=4561278917933906799' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/4561278917933906799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/4561278917933906799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/12/journey-to-aceh-snapshot-picture_28.html' title='A Journey to Aceh: Snapshot Picture'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SVdB4NTdhmI/AAAAAAAAANA/1_bVvET4WJg/s72-c/DSC07403.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-6348370983208635612</id><published>2008-12-17T08:51:00.004+07:00</published><updated>2008-12-31T13:41:20.229+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><title type='text'>A Journey to Aceh: The Nekat Traveler</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUhdnEEYC3I/AAAAAAAAALo/kUQhL130Vjw/s1600-h/aceh.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 158px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUhdnEEYC3I/AAAAAAAAALo/kUQhL130Vjw/s200/aceh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280573488780282738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;“Kalau ingin rencanmu tidak mengalami kegagalan, janganlah merencanakan sesuatu”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sekian lama berharap, akhirnya pada awal Desember kemarin bisa kesampaian juga berkunjung ke Aceh. Dengan demikian, impian untuk keliling nusantara tinggal satu pulau lagi yaitu Kalimantan. Pulau-pulau lain seperti Bali, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, Ambon, serta Ternate sudah pernah kudatangi, lebih-lebih pulau Jawa yang selama ini ku tinggali. Bagiku, menjejakkan kaki pertama di daerah baru rasanya sudah sama dasyatnya seperti Niel Amstrong yang mendarat pertama kali di bulan atau seperti Colombus yang menemukan pertama benua Amerika…. bener-bener “mak nyusss” di hati. Apalagi pertama kali naik Garuda, meskipun bukan kelas bisnis tapi lebih uenak dan nyaman dibandingkan biasanya yang naik Lion Air, Adam Air (alm.), maupun Merpati Air.&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kunjungan ke Aceh kali ini sebenarnya terancam pupus karena kesulitan koresponden lokal sehingga jadwal perjalanan “dinas” harus ditangguhkan. Namun tiba-tiba sehari sebelum keberangkatan, ada pemberitahuan, “besok akan ke Aceh, kalau mau ikut kamu cari tiket sendiri nanti di-reimburse”. Singkat kata, akhirnya dapat tiket PP meskipun ga ngerti seluk beluk Aceh dan nanti mau ngapain. Yang ada dibenakku saat itu “yang penting bisa ke Aceh, urusan lain-lain bagaimana nanti”. Meminjam istilah dari seorang blogger dengan nick Trinity: the naked traveler. Perjalanan buta, dengan persiapan seadanya. Lebih tepatnya adalah NEKAT TRAVELER, mirip suporter Persebaya Surabaya yang dikenal sebagai Bonek (bondho nekat).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saking tak inginnya keberangkatan ke Aceh gagal, aku naik taxi ke bandara Soekarno-Hatta dan tiba jam 7.30, meskipun keberangkatan ke Aceh baru jam 9.30. Lebih baik nunggu di bandara, daripada  terjebak macet, maklum Jakarta gitu loh. Penerbangan Jakarta – Banda Aceh tidak langsung, tetapi transit dulu di Medan. Sama seperti masuk bandara, masuk ruang transit juga harus melewati metal detektor. Pada waktu pemeriksaan di Polinia Medan, gunting lipat saya ”terdeteksi” oleh petugas bandara dan diminta untuk dikeluarkan dari tas dan ditinggal (benda tajam tidak boleh masuk kabin pesawat). Padahal waktu di Soekarno-Hatta, pemeriksaan yang sama tidak bermasalah. Saya ga ngerti, sebenarnya bandara yang internasional itu yang mana? Seharusnya bandara  Soekarno-Hatta tidak kecolongan dengan ”ulah nakal” saya yang sengaja membawa gunting ke kabin meskipun dalam keadaan terlipat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seteleh ”insiden” bandara terlewati, akhirnya jam dua siang, pesawat GA 142 yang kunaiki mendarat juga di Banda Aceh yang disambut dengan gerimis, seakan menggambarkan haru biru hatiku yang diberikan kesempatan oleh Allah untuk melihat dengan dekat Aceh, kota yang mendapat titel Serambi Mekah, kota yang ”terluka” akibat konflik kepentingan berkepanjangan, kota yang penduduknya diuji dengan gelombang pasang Tsunami.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana kondisi Aceh saat ini? Hal-hal apa yang menarik dan memperihatinkan? Pelajaran apa yang bisa dipetik hikmahnya? Nantikan jawabannya pada postingan &lt;a href="http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/12/journey-to-aceh-snapshot-picture_28.html"&gt;selanjutnya.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-6348370983208635612?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/6348370983208635612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=6348370983208635612' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6348370983208635612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6348370983208635612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/12/journey-to-aceh-nekat-traveller.html' title='A Journey to Aceh: The Nekat Traveler'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUhdnEEYC3I/AAAAAAAAALo/kUQhL130Vjw/s72-c/aceh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-2550117892678136055</id><published>2008-12-15T09:43:00.004+07:00</published><updated>2008-12-15T17:18:39.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Sosial Budaya'/><title type='text'>Kita Bukan Saudara Sependeritaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUXFYAJDuVI/AAAAAAAAALg/qp8f0uCYXx8/s1600-h/soap-hands.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUXFYAJDuVI/AAAAAAAAALg/qp8f0uCYXx8/s320/soap-hands.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279843154307299666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengamen jalanan dengan berbagai modus operandinya merupakan pemandangan lumrah di angkutan-nagkutan umum ibu kota dan sekitarnya. Pernah saya menemui pengamen dengan suara pas-pasan tapi pede bernyanyi lagu pop sambil memetik gitar, ada yang melantunkan sholawat  diiringi ketipung, ada yang membacakan puisi ataupun deklamasi, ada yang mengedarkan amplop yang ditujukan untuk sumbangan pembangunan tempat ibadah, membiayai rumah yatim piatu, atau hanya bertuliskan “untuk makan sehari-hari” (maklum yang mengedarkannya seorang tuna rungu sekaligus tuna wicara). Ada pula yang ga ngapa-ngapain, langsung minta kepada penumpang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk versi yang terakhir, ada beberapa hal yang menurut saya menarik untuk dikritisi. Pertama, pelaku umumnya pemuda seorang diri, berumur antara 20-30 th, sehat jasmani. Kedua, sebelum “menodongkan” tangan kepada penunpang, biasanya didahului dengan orasi. Umumnya orasinya kurang lebih seperti ini: &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;“Mohon maaf Bapak/Ibu telah menggangu perjalanan Anda. Sebenarnya saya juga malu harus meminta-minta seperti ini, tapi terpaksa saya lakukan karena pengangguran. Kalau saya memiliki pekerjaan seperti Bapak/Ibu semua, pasti saya tidak meminta-minta di sini. Perbuatan meminta-minta masih lebih baik untuk dilakukan daripada saya harus mencuri, merampok, menjambret, atau melakukan tindakan kriminal lainya. Kita adalah saudara sebangsa dan setanah air, tetapi pastinya kita bukan saudara sependeritaan. Meskipun hanya uang recehan, pemberian Anda sangat berarti bagi kami. Keikhlasan Anda adalah rizki bagi kami. Semoga pemberian Anda dicatat sebagai amal jariyah dan semoga perjalanan Anda selamat sampai tujuan.”&lt;/span&gt; (Btw, kapan-kapan pengin saya rekam kalau ketemu lagi yang begituan biar ga salah kutip).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkadang saya miris dengan ulah mereka. Betapa tidak, mereka rata-rata pemuda yang tenaganya masih kuat kalau memang bener-bener niat bekerja. Bekerja bisa apa saja asalkan halal, misalnya pekerja bangunan, tukang kebun, asongan, office boy, dll. Kalau mereka menginginkan bekerja seperti penumpang bus kota yang umumnya pegawai kantoran, itu namanya pungguk merindukan bulan. Bukannya tidak mungkin, tetapi mereka bermimpi terlalu jauh dan kurang ”bercermin”. Pekerjaan harus disesuaikan dengan kondisi riil masing-masing individu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memang benar bahwa meminta/mengemis lebih baik dari pada melakukan tindakan kejahatan, tetapi membandingkan keduanya dalam satu kalimat seolah-olah memaksa logika kita untuk berfikir bahwa meminta adalah perbuatan terbaik. Secara tak sadar, kita sebenarnya dipaksa untuk memberi melalui manipulasi verbal tersebut. Selain itu, penggunaan perbandingan tersebut, tersirat bahwa pelaku sebenarnya telah putus asa sehingga menjadi cenderung malas bekerja dan hanya meminta-minta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang lebih memperihatinkan lagi, terkadang perbuatan tersebut (meminta/mengemis/mengamen) dilakukan dalam keadaan mabuk. Tutur katanya amburadul, intonasinya cepat tapi ngelantur ga jelas, bahkan bau ”naga” tercium menyengat. Meskipun isi orasinya baik, tapi kalau dilakukan dengan mabuk, pesan yang tertangkap adalah bahwa hasil mengamen digunakan untuk mabuk-mabukan atau tindakan ga baik lainya (mis. judi).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meskipun demikian, saya kembalikan pemaknaan di atas kepada rekan-rekan semua. Ini hanyalah ungkapan dari pikiran yang kalut di tengah gemerisik hingar bingar ibu kota yang semrawut. Mungkin, inilah ujian keikhlasan dan kesalehan sosial bagi kita bila memang ingin berbagi terhadap sesama, bisa kepada siapa saja, di mana saja, kapan saja, berapa pun jumlah pemberiannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-2550117892678136055?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/2550117892678136055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=2550117892678136055' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/2550117892678136055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/2550117892678136055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/12/bukan-saudara-sependeritaan.html' title='Kita Bukan Saudara Sependeritaan'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUXFYAJDuVI/AAAAAAAAALg/qp8f0uCYXx8/s72-c/soap-hands.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-1636330972422464023</id><published>2008-12-15T09:09:00.003+07:00</published><updated>2008-12-15T09:38:29.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Ekonomi Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Sosial Budaya'/><title type='text'>Ownership Society</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUXCNYd-OXI/AAAAAAAAALY/XkS4blpsDh4/s1600-h/home.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUXCNYd-OXI/AAAAAAAAALY/XkS4blpsDh4/s320/home.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5279839673324026226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;“Rumahku Istanaku”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Ownership Society&lt;/span&gt; merupakan visi yang dikemukakan Presiden AS Goerge W. Bush ketika mengajukan diri kembali dalam pemilu tahun 2004. Dalam konsep tersebut, kemakmuran warga negara dihubungkan dengan kepemilikan properti maupun saham. Untuk mencapai visi tersebut, Bush mendorong kebijakan kepemilikan rumah misalnya melalui “&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;zero-down-payment initiative&lt;/span&gt;”, yaitu program pemerintah yang mengizinkan masyarakat untuk memiliki rumah tanpa uang muka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih lanjut, program tersebut dibuat semakin menarik dengan tidak perlukannya pembayaran cicilan untuk 24 bulan atau tanpa persyaratan administratif yang lengkap. Dengan dalih inovasi finansial, dibuatlah produk turunan dari program tersebut serta diturunkan lagi menjadi produk-produk finansial lainnya yang diperjualbelikan di pasar saham. Fungsi rumah bukan lagi sebagai hunian semata, namun telah beralih menjadi produk investasi yang dianggap prospektif secara ekonomi. Hal inilah yang dikemudian hari mengakibatkan krisis &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;subprime mortgage &lt;/span&gt;yang kini berbuntut menjadi krisis finansial global.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terlepas dari kesalahan kebijakan Bush yang ditempuh, visi tersebut menjadi produk yang menarik “dibeli” oleh masyarakat sehingga Bush menjabat lagi sebagai Presiden pada periode kedua. Menurut Shiller, warga Amerika telah lama percaya bahwa distribusi kepemilikan (properti) yang luas menghasilkan masyarakat yang lebih baik. Kepemilikan properti dan kemudian kepemilikan rumah menjadi semacam tujuan nasional (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;Americans dream&lt;/span&gt;). Masyarakat Amerika sudah beralih dari masyarakat feodal dimana orang yang tidak memiliki tanah dianggap/diperlakukan sebagai budak, menjadi konsep kepemilikan rumah yang dikaitkan dengan kelas sosial, orang yang memiliki rumah dianggap lebih baik dan lebih makmur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="text-decoration: underline;"&gt;Referensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karabell, Zachary. Awaking from the All-American Dream. Newsweek, 20 October 2008.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Shiller, Robert. The Ownership Myth. Newsweek, 20 October 2008.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-1636330972422464023?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/1636330972422464023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=1636330972422464023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/1636330972422464023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/1636330972422464023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/12/ownership-society.html' title='Ownership Society'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SUXCNYd-OXI/AAAAAAAAALY/XkS4blpsDh4/s72-c/home.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-6244872262303013396</id><published>2008-12-01T09:02:00.003+07:00</published><updated>2008-12-01T11:55:26.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><title type='text'>Kebersamaan itu Begitu Mengagumkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/STNLGn_gdjI/AAAAAAAAALQ/hwtXG775gks/s1600-h/Network.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/STNLGn_gdjI/AAAAAAAAALQ/hwtXG775gks/s320/Network.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274642165767632434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 153, 153);"&gt;“Jika ingin  selalu berbau wangi, dekatilah penjual parfum”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hati manusia itu sebenarnya sangat labil, kadang kuat penuh tekad dan semangat, namun tak jarang lemah dan mudah menyerah. Aktivitas yang telah kita niatkan dengan menggebu-gebu dan direncanakan dengan seksama, belum tentu dapat dilaksanakan pada waktunya. Penyakit malas itu agak susah obatnya, tapi bukan berarti tidak dapat diatasi. Penyakit malas bukanlah penyakit turunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebenernya sudah dari dulu aku pengen jogging minggu pagi untuk melenturkan otot-otot dan menjaga aliran darah tetap lancar serta jantung sehat. Berkali-kali keinginan hanya sebatas niat, tak pernah terealisasi. Berbagai skenario telah dirancang untuk mensukseskan misi, seperti pasang alarm, tidur tak terlalu larut malam. Namun setelah bangun tidur tetap saja berat melangkah, badan terasa lelah, mata berat sebelah... dasar payah. Hingga akhirnya terinspirasi istilah Mestakung (Semesta Alam Mendukung) yang dicetuskan oleh Yohanes Surya, pakar fisika Indonesia ternama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam hal ini mestakung saya maknai sebagai lingkungan yang kondusif (maaf Om Surya kalau mingkin salah mengartikan karena baca bukunya baru judulnya doank, ntar klo dah gajian aku beli bukunya… insyaallah). Metode ini cocok bagi hati/niat kita yang lagi lemah. Bila ingin mengerjakan sesuatu, ajaklah teman atau carilah kelompok/komunitas yang sesuai dengan keinginan yang ingin kamu kerjakan. Misalnya, pengin joging minggu pagi, ya datang ke Gelora Bung Karno, jangan ke Taman Lawang; pengin jadi anak sholeh, ya gaulnya sama anak-anak masjid, jangan sama preman; pengin lulus ujian, ya bikin kelompok belajar, jangan bikin kelompok tawuran, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sungguh kebersamaan itu mengagumkan (red. Mestakung). Aku yakin kita pernah membuktikannya sendiri, tapi mungkin tanpa disadari. Ketika ku lari sendirian di lapangan bola yang sepi, satu putaran saja rasanya jantung mau copot. Ketika kemarin minggu di Gelora Bung Karno, ku bisa tahan jogging kurang lebih dua jam (termasuk jalan kaki, tengok kanan-kiri cari ”pemadangan indah”, berhenti sejenak ikut senam), total sekitar 8 putaran. Paling enak ketika lari dalam rombongan sehingga ga perlu lari zig-zag di sela-sela orang lain atau ga perlu ngerèm mendadak klo ada anak kecil nylonong lepas dari kawalan ortunya, dan bisa tiga putaran tanpa berhenti. Lelah dan cucuran keringat ga terasa, bahkan tidak terasa haus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitu pula niatku untuk menulis artikel selalu kandas di tengah jalan. Dengan memiliki blog sendiri, aku berharap dapat mengkondisikan diri untuk tetap dan terus menulis, minilah nimbrung berkomentar di tulisan para blogger lainnya. Mari bersama-sama mengembangkan budaya menulis demi peradaban bangsa yang lebih baik. ”Bersama Kita Bisa? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yes We Can&lt;/span&gt;”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-6244872262303013396?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/6244872262303013396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=6244872262303013396' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6244872262303013396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6244872262303013396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/12/kebersamaan-itu-begitu-mengagumkan.html' title='Kebersamaan itu Begitu Mengagumkan'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/STNLGn_gdjI/AAAAAAAAALQ/hwtXG775gks/s72-c/Network.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-6464695586007233925</id><published>2008-11-18T08:21:00.005+07:00</published><updated>2008-11-18T09:15:45.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Alam'/><title type='text'>Badai pun Bisa Bergoyang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SSIj0gjzGZI/AAAAAAAAAIc/Gkr0UT6doO8/s1600-h/goyang+badai.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 221px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SSIj0gjzGZI/AAAAAAAAAIc/Gkr0UT6doO8/s320/goyang+badai.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269813898977155474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;”kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu artikel dalam Readers Digest Indonesia edisi November 2008 mengetengahkan judul Badai Bunga di Indonesia. Bayangan saya pertama menangkap judul tersebut adalah banyaknya bunga-bunga yang betebaran akibat badai, mengingat Indonesia memiliki ragam kekayaan flora yang luar biasa. Atau ekstrimnya, mungkin di tahun ini terjadi peningkatan angka pelecehan seksual (pemerkosaan) karena nama korban dalam kebanyakan media massa Indonesia biasanya disamarkan dengan nama bunga (sebut saja mawar 13 th dan bunga 17 th). Tapi ternyata, saya salah kaprah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam artikel tersebut diinformasikan bahwa setelah terbentuk badai pada April 2008, Indonesia, melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Indonesia yang berpusat di Jakarta, berhak memberi nama badai khas Indonesia. Nama yang dipilih adalah nama-nama bunga, seperti anggrek, bakung, dan cempaka. Sebelum tahun ini, Indonesia belum boleh terlibat dalam penamaan badai karena tidak termasuk wilayah badai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dijelaskan pula bahwa penamaan badai bertujuan untuk memudahkan proses sosialisasi kepada masyarakat bahwa akan terjadi badai pada waktu dan di daerah tertentu. Penamaan badai di seluruh dunia diatur World Meteorological Organization yang didasarkan pada urutan kejadia per tahun. Badai pertama tiap tahun akan selalu diberi nama yang berawalan huruf A, yang kedua huruf B, demikian selanjutnya. Yang berhak memberi nama adalah wilayah tempat badai terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hi.. hi... hi... lucu kalau nanti dengar berita badai anggrek, badai kamboja, atau badai melati. Atau justru ngeri dan merinding kalau nanti bunga bangkai  (&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;raflesia arnoldi&lt;/span&gt;) juga dijadikan sebagai nama badai... Awas badai bangkai!!! &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Khusus untuk Indonesia, saya mengusulkan penamaan badai dengan nama penyanyi dangdut. Seperti kata Project Pop, &lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;dungdut is the music of my country&lt;/span&gt;. Terjemahan gaulnya: dangdut begitu Indonesia banget gitu loh! Kalau badainya diprediksi tidak terlalu kuat dan tidak menimbulkan kerusakan parah, pakai saja nama-nama pedangdut yang santun, misal badai Evi (Tamala), badai Ike (Nurjanah), atau badai Camelia (Malik). Terus untuk badai yang dahsyat, pakai nama pedangdut yang goyangannya asoy geboy dan sering membuat kontroversi, seperti badai Inul, badai (Trio) Macan, badai (Dewi) Persik. Untuk rajanya atau ratunya badai, gunakan nama badai Rhoma (Irama) atau badai Elvi (Sukaesih).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurutmu, penamaan badai yang sesuai/khas untuk Indonesia seperti apa? Ditunggu jawabannya dengan menuliskannya di kolom komentar. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-6464695586007233925?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/6464695586007233925/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=6464695586007233925' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6464695586007233925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/6464695586007233925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/11/badai-pun-bisa-bergoyang.html' title='Badai pun Bisa Bergoyang'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SSIj0gjzGZI/AAAAAAAAAIc/Gkr0UT6doO8/s72-c/goyang+badai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-2775920867314534955</id><published>2008-11-13T11:45:00.018+07:00</published><updated>2008-11-14T15:44:35.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><title type='text'>Cintamu Hanya Seceng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SRvDjGvTdHI/AAAAAAAAAHk/KXxw7kRlpZc/s1600-h/seribu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 179px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SRvDjGvTdHI/AAAAAAAAAHk/KXxw7kRlpZc/s400/seribu.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268019197011784818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153); "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;"Tiada kata yg bisa kusampaikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;selain maaf dan terima kasih, telah memberikan arti di hidupku yang sempit ini. Aku harus pergi bukan u/ meninggalkanmu, tapi hanya ingin terlepas darimu"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; "&gt;Kutipan di atas saya ambil dari puisi seseorang kepada kekasihnya di lembar uang seribu rupiah (seceng). Saya yakin, kalian juga sering menjumpai uang rupiah (uang kertas) dicorat-coret dengan tinta permanen, entah isinya puitis, makian, ato ucapan salam. Klo itu uang dollar, pasti tidak laku dan tidak bisa ditukarkan di money changer. Kelipat aj bank ga mau terima, apalagi dicorat-coret! Mungkin karena banyaknya kasus-kasus tersebut, Bank Indonesia pernah melakukan kampanye "pelestarian" uang rupiah dengan slogan 3D: Didapat, Disayang, Disimpan. Secara teknis, BI menghimbau agar uang jangan basah, jangan diremas, jangan dilipat, jangan distaples, dan jangan dicorat-coret (&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;5 don't&lt;/span&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, kembali ke masalah corat-coret uang kertas. Sepengetahuan saya selama ini, corat-coret dilakukan di lembaran uang dengan nominal kecil, misal seratus (warna merah), lima ratus (warna hijau), dan seribu (warna biru). Karena uang seratus dan lima ratus sudah tidak diterbitkan dalam bentuk uang kertas, corat-coret banyak dilakukan di uang seribu, kalau punya modal lumayan..... ya dilakukan di uang lima ribuan. Saya belum mendapati corat-coret di uang lima puluh ribu dan seratus ribu, paling-paling uangnya sudah kumal aja.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seharusnya, kalau untuk membuktikan betapa bernilaianya cinta si penulis terhadap kekasihnya, ungkapan rasa dituangkan di lembaran uang kertas pecahan tertinggi. Kalau ditulis di lembaran seribu, kesan yang muncul adalah cintanya itu murahan. Apalagi klo ditulis di lembaran seribu dan lusuh; cintanya murahan dan usang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***###***&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 51, 204);"&gt;Untuk para pengagumku:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silakan tulis ungkapan perasaan hatimu padaku di lembaran seratus ribu rupiah sebanyak-banyaknya. Kemudian, berikanlah secara tulus ikhlas langsung kepadaku. Jikapun nanti tak bisa kuterima cintamu, akan kuterima dengan tulus uang pemberianmu. Terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-2775920867314534955?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/2775920867314534955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=2775920867314534955' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/2775920867314534955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/2775920867314534955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/11/cintamu-di-lembaran-seceng.html' title='Cintamu Hanya Seceng'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SRvDjGvTdHI/AAAAAAAAAHk/KXxw7kRlpZc/s72-c/seribu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-3557624423713507673</id><published>2008-11-04T11:02:00.014+07:00</published><updated>2008-12-19T16:14:47.563+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Ekonomi Politik'/><title type='text'>Bakrie-Kribo-Bokek</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQ_LWi519LI/AAAAAAAAAHM/itmP1TmhdsI/s1600-h/daftar+hdr+022.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 212px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQ_LWi519LI/AAAAAAAAAHM/itmP1TmhdsI/s400/daftar+hdr+022.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264650077606376626" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;               "The unexpected is the expected"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul di atas bukan direkayasa secara sengaja oleh penulis agar menghasilkan bunyi yang menarik ketika dilafalkan (ada kesamaan fonetik antara suku kata kedua pada kata pertama dengan suku kata pertama pada kata kedua, demikian pada kata kelanjutnya). Namun secara kebetulan, ketiga kata tersebut dapat dirangkai untuk menunjuk dan memaparkan suatu peristiwa aktual di bulan Oktober 2008. Mau tahu kisahnya? Klik kata ‘selengkapnya’ di bawah ini!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Silakan interpretasikan sendiri maknanya, saya hanya memberikan petunjuk terhadap ketiga kata tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Bakrie&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bakrie memiliki perusahaan keluarga di bawah Bakrie and Brothers yang sejak awal Oktober beberapa saham unggulannya disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia karena harga sahamnya anjlog begitu dalam. Diduga karena imbas dari krisis finansial global dan krisis likuiditas untuk membayar utang jangka pendek sebesar $1,2 miliar. Rumor yang beredar, salah satu punggawa keluarga Bakrie yang sedang menjabat Menko Kesra melobi Presiden SBY agar pemerintah membantu perusahaan dari risiko gagal bayar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Kribo&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kribo, nama lengkapnya Sukribo, merupakan tokoh komikal yang dimuat di Kompas setiap hari minggu untuk mengkritisi perisiwa aktual di sekitar kita. Pada tanggal, 26 Oktober 2008 mengambil judul "numpang curang" &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Bokek&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka, bokek berarti tidak punya uang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-3557624423713507673?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/3557624423713507673/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=3557624423713507673' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/3557624423713507673'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/3557624423713507673'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/11/bakrie-kribo-bokk.html' title='Bakrie-Kribo-Bokek'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQ_LWi519LI/AAAAAAAAAHM/itmP1TmhdsI/s72-c/daftar+hdr+022.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-8851976541056205234</id><published>2008-10-30T17:09:00.003+07:00</published><updated>2008-10-30T17:42:08.134+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Sosial Budaya'/><title type='text'>Antara Sumpah Pemuda dan Sumpah Pocong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQmJXp7EiWI/AAAAAAAAAG8/AAQ3cz-yvtc/s1600-h/Red+Lips.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQmJXp7EiWI/AAAAAAAAAG8/AAQ3cz-yvtc/s200/Red+Lips.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262888679042746722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic;"&gt;“Janganlah mudah berjanji sebab akan diminta untuk segera menepati. Berhati-hatilah karena mulutmu adalah harimaumu!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sudut padang ilmiah, saya tidak yakin kalau ada hubungan/korelasi yang signifikan, baik positif atau negatif, antara Sumpah Pemuda dan Sumpah Pocong. Namun dari sudut pandang imajiner saya, kedua hal tersebut dapat dipertautkan antara satu dengan yang lainnya (dasar penulisnya èmang ga punya kerjaan, jadi pikiranya mengada-ada).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika kita (yang ngaku orang Indonesia tulen dan pernah belajar sejarah dengan benar) mendengar atau membaca kata Sumpah Pemuda, otak kita langsung me-recall sebuah peristiwa masa lalu pada tanggal 28 Oktober 1928. Delapan puluh tahun yang lalu Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi kepemudaan dari seluruh Indonesia, menyelenggarakan Kongres Pemuda untuk memperkuat semangat persatuan dalam lubuk sanubari para pemuda. Hasil kongres yang paling fenomenal dan heroik adalah tersusunnya rumusan Sumpah Setia (red. Sumpah Pemuda) yang diucapkan pada penutupan kongres, yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;PERTAMA;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(255, 0, 0);   font-weight: bold; font-family:arial;font-size:13px;"&gt;KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH INDONESIA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;KEDOEA;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(255, 0, 0);   font-weight: bold; font-family:arial;font-size:13px;"&gt;KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;KETIGA;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="color: rgb(255, 0, 0);   font-weight: bold; font-family:arial;font-size:13px;"&gt;KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA, MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena betapa dalamnya makna isi sumpah tersebut bagi persatuan dan kesatuan bangsa, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal 28 Oktober sebagai hari peringatan Sumpah Pemuda. Bulan Oktober bagi bangsa Indonesia menjadi bulan yang syarat makna.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekarang, coba berikan tanggapan (pikirkan) ketika kamu mendengar kata Sumpah Pocong!!! Mungkin kesan pertama yang dirasakan adalah ngeri dan merinding, atau sesuatu yang sangat sakral dan mistis. Hal tersebut dikarenakan prosesi pengucapan sumpah dilakukan dalam keadaan terbalut kain kafan seperti orang yang meningal dunia (pocong). Kemudian, angan kita akan melayang ke dimensi waktu yang forward looking. Karena tujuan sumpah ini untuk membuktikan suatu kebenaran tuduhan atau kasus, maka apabila keterangan atau janjinya tidak benar, yang bersumpah diyakini akan mendapat hukuman atau laknat dari Tuhan. Semua konsekuensi atas semua ucapan (sumpah) akan ditanggung sendiri di masa depan, bisa berupa cacat permanen atau hilangnya nyawa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yakin atau tidaknya kamu terhadap sumpah pocong, tergantung dari derajat keimanan dan pengalama serta pengetahuan yang kamu miliki. Saya cuma menyampaikan bahwa hal tersebut ada dalam tradisi lokal bangsa Indonesia yang masih kuat menerapkan norma-norma adat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun sekarang, kiranya ruh Sumpah Pemuda yang dideklarasikan 80 tahun yang lalu telah memudar. Seiring makin tuanya bangsa Indonesia, semakin uzur kita mengingat arti pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih pasca reformasi, di mana daerah diberikan banyak kewenangan untuk mengelola daerahnya sendiri (red. desentralisasi). Sebenarnya, konsep desentralisasi sangat bagus karena akan mengakselerasi dan mengeskalasi partisipasi masyarakat dalam pembanguan. Namun karena banyak yang merasa pinter, jadinya malah pada keblinger. Kepala Daerah menganggap dirinya seperti Raja. Ibarat zaman kerajaan, Indonesia terdiri dari banyak raja-raja. Dengan alasan pernah dizalimi oleh pemerintah pusat, beberapa daerah ingin merdeka dan mendirikan negara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum lagi yang memperihatinkan adalah tawuran antar mahasiswa. Pemuda yang dianggap paling intelek dan tinggi stratanya dalam status kependidikan, tidak berfikir panjang dan mementingkan ego pribadi dan kelompok. Payahnya, kalau sebab musabab tawuran adalah rebutan cewek (kalau masih pelajar SMA sih masih dimaklumi karena default-nya bersifat emosional). Wah, bener-bener gèblèg dunia pendidikan Indonesia. Mungkin, inilah yang diajarkan atau dicontohkan oleh para elit politik yang saling gontok-gontokan dan saling menyerang dengan menghalalkan segala cara demi kedudukan sesaat. Yang tua korup, yang muda mabuk. Memang benar; ”Buah apel, jatuh tak jauh dari pohonnya.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut pemikiran imajiner saya, solusi agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap utuh di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah ”mengawinkan” Sumpah Pemuda dengan Sumpah Pocong (sangat amat tidak lazim sekali; jangan diikuti, cukup sebagai bahan renungan menjelang tidur). Setiap pemuda-pemudi yang telah akil baligh diwajibkan untuk mengucapkan Sumpah Pemuda (satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa) dengan prosesi seremoni ala Sumpah Pocong yang berkedudukan mengikat antara pengucap sumpah dengan Tuhannya. Dengan demikian, tidak akan ada lagi separatisme, pemberontakan, maupun perang antar sesama anak bangsa. Dengan catatan, negara bergerak dalam jalan yang lurus dan bukan jalan yang sesat serta aparat pemerintahannya merupakan orang-orang yang shaleh dan berakal sehat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cukup Tuhan yang menjadi saksi sekaligus hakim, karena Tuhan adalah saksi yang sejujur-jujurnya dan hakim yang seadil-adilnya. Di dunia, manusia dengan tipu daya dan muslihatnya dapat mengubah yang benar menjadi salah dan membalik yang salah menjadi benar karena berkeliarannya mafia peradilan. Namun di akhirat, mulut manusia terkunci dan anggota tubuhlah yang bicara, menjadi saksi kita yang meringankan atau justru memberatkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;**####**&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga kita menjadi pemuda harapan pemudi, pemudi dambaan pemuda, dan pemuda-pemudi pembangun negeri. Untuk mengenang 80 tahun Sumpah Pemuda, marilah kita dengan semangat menyanyikan lagu wajib nasional ”Bangun Pemudi Pemuda” karya Alfred Simanjuntak, yang diciptakan kurang lebih tahun 1940an. Sikap badan tegak berdiri dan busungkan dada!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;    &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Bangun pemudi pemuda Indonesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Lengan bajumu singsingkan untuk negara&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Masa yang akan datang kewajibanmu lah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;Menjadi tanggunganmu terhadap nusa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Menjadi tanggunganmu terhadap nusa&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Tak usah banyak bicara trus kerja keras&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Bertingkah laku halus hai putra negri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;Bertingkah laku halus hai putra negri&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-tab-span" style="white-space:pre"&gt;  &lt;/span&gt;...........♫♫♪♪&lt;/div&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-8851976541056205234?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/8851976541056205234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=8851976541056205234' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/8851976541056205234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/8851976541056205234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/10/janganlah-mudah-berjanji-sebab-akan.html' title='Antara Sumpah Pemuda dan Sumpah Pocong'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQmJXp7EiWI/AAAAAAAAAG8/AAQ3cz-yvtc/s72-c/Red+Lips.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1726981052026877958.post-623058383663775961</id><published>2008-10-28T09:38:00.006+07:00</published><updated>2008-10-30T17:39:51.983+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sketsa Hati'/><title type='text'>Bangku Kosong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQZ8kSqqJTI/AAAAAAAAAGc/OZPtE9-Ng48/s1600-h/bangku.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQZ8kSqqJTI/AAAAAAAAAGc/OZPtE9-Ng48/s320/bangku.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262030177556899122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style=""&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(51, 153, 153);"&gt;“Kita hidup dengan cinta, namun cinta saja tak cukup untuk hidup”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Belum pulih benar kesadaranku dari berita pernikahan dua orang terdekatku di bulan Oktober ini. Betapa tidak, keputusan menikah (akad nikah dan walimahan) diambil cuma dalam waktu sebulan setelah saling berkenalan (istilah kerennya ta’aruf). Logikaku seakan tumpul karena terus-menerus me-&lt;i&gt;reload&lt;/i&gt; pertanyaan “Mengapa? Kok bisa? Apa jadinya nanti?” Seakan legenda Roro Jonggrang terulang, mendirikan candi dalam semalam. Persiapan resepsi nikah waktunya sempit apalagi mengumpulkan saudara-saudara jauh. Belum lagi calon mempelai yang bekerja aja penghasilannya pas-pasan, paling-paling ntar tinggal di pondok mertua indah (maaf). Benar-benar ga bisa ku pahami. Menikah, bagi mereka sepertinya keputusan yang mudah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;Kini, dihebohkan lagi dengan berita seorang Syekh pengasuh sebuah pondok pesantren di Semarang menikah kedua kalinya dengan gadis belia berumur 12 th. Uniknya, yang menyeleksi calon istri mudanya (muda dalam arti sebenar-benarnya) adalah istri pertamanya. Dan kabarnya pula, sang ayah ikhlas dan berbangga karena anaknya terpilih menjadi ‘selir’ sang Syekh dari proses seleksi yang ketat (hi hi hi… seperti ajang pencari bakat yang ramai di Indonesia saat ini). Pikiran pertama setelah pandangan pertamaku melihat istri mudanya: Wah… ni orang beruntung dapat bibit unggul, bisa untuk memperbaiki keturunan. Usut punya usut, katanya mau didik untuk mengurusi usahanya yang kini telah beromzet miliaran Rp.&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;Namun, ada juga teman (pi.) yang telah berumur 30+ namun belum menikah juga (masyarakat seringkali men-&lt;i&gt;judge&lt;/i&gt; perempuan pada usia tsbt atau lebih sebagai perawan tua, padahal belum tentu masih perawan…*&amp;amp;%#@!). Bukan karena ga laku menurutku, karena paras cukup menawan dan penghasilan lumayan. Mungkin karena terlalu pilih-pilih. Kata bulekku (alm.), dalam hal jodoh, “&lt;i&gt;wong lanang iku menang milih, nanging yen wong wadon iku menang nolak&lt;/i&gt;”. Karena itu pria sering pilih-pilih wanita dan harus bertarung merebutkannya karena banyak pesaingnya. Dan karena wanita menang nolak, maka banyak pria yang menjadi fans berat MU sampe mau gantung diri di bawah pohon kacang (bukan Manchester United yang notabene klub liga Inggirs terkenal, tapi kepanjangan dari Merana United, kumpulan orang-orang patah hati jaman SMA-ku dulu).&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt;Setelah beberapa kali termenung, ku berusaha memahami bahwa mati, jodoh, dan rizki adalah mutlak di tangan Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Betapapun manusia, berencana dengan logikanya, berusaha dengan tenaganya, dan berdoa dengan hatinya, namun hasil final, Tuhan yang menentukan sebagaimana telah tertulis di &lt;i&gt;lauful mahfudz&lt;/i&gt;. Sungguh, sebuah hal yang terkadang masih sulit untuk dipahami dan diyakini. Mungkin karena itulah, “bangku merah”-ku (dan juga sebagian dari anda) masih kosong, belum kita duduki secara formal dan syah menurut agama dan negara. Semoga skenario indah Tuhan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; tertulis untuk kita.&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold; "&gt;**####**&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;Seandainya kamu telah menemukan &lt;i&gt;someone special &lt;/i&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;yang mampu menggetarkan hatimu, sedangkan kamu sendiri hidup aja masih susah, apalagi untuk menghidupi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top:0cm" start="1" type="a"&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Apakah demi sang pujaan      hati, kamu berjuang mati-matian merebut hatinya dan mempertahankannya      segenap hati? Ibarat pepatah: Lautan &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; diseberangi, gunung &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; didaki, dukun &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; dikunjungi, dan      kuburanpun &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;      digali. &lt;i&gt;Ra entuk prawane, tak enteni jandane.&lt;/i&gt; Ataukah cukup      memperjuangkannya sewajarnya, &lt;i&gt;ra entuk deweke yo ra patekèn&lt;/i&gt;. Kalau      jodoh tak lari kemana.&lt;/li&gt;  &lt;li class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph;      mso-list:l0 level1 lfo1;tab-stops:list 36.0pt"&gt;Beranikah kamu membuat      keputusan menikah dengan penuh keyakinan bahwa Tuhan tetap memberi      rizki-Nya sesuai keadaan kita dari jalan yang tidak disangka-sangka? Tetap      optimis seperti cicak yang tak bisa terbang, namun dapat tetap hidup      (memperoleh rizki) meskipun mangsa/makanannya memiliki sayap dan gesit      (nyamuk). Dengan modal nekad (cinta) mengalahkan logika bahwa hidup      sendiri masih susah dan berantakan apalagi hidup dengan orang lain (khusus      bagi pria yang menjadi tulang punggung rumah tangga).&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-justify:inter-ideograph"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1726981052026877958-623058383663775961?l=sketsaimajiner.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/feeds/623058383663775961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1726981052026877958&amp;postID=623058383663775961' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/623058383663775961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1726981052026877958/posts/default/623058383663775961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sketsaimajiner.blogspot.com/2008/10/bangku-kosong.html' title='Bangku Kosong'/><author><name>alhayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16356320248773030945</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_76Xq4QXjSrw/R_srnrhvs-I/AAAAAAAAAAU/veRebb4v59g/S220/hatake.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_76Xq4QXjSrw/SQZ8kSqqJTI/AAAAAAAAAGc/OZPtE9-Ng48/s72-c/bangku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
